Wawasan & Panduan Proyek

Panduan Uji Kuat Tekan Paving Block K-300 & K-400 Standar SNI 03-0691-1996

Author • October 2, 2026

Reading Time

2 Minutes

Memahami Standar Mutu Beton Paving Block Berdasarkan SNI 03-0691-1996

Dalam proyek perkerasan jalan lingkungan, area pergudangan logistik, hingga kawasan perumahan komersial, pemilihan material conblock tidak boleh hanya berpatokan pada tampilan estetika luar. Faktor krusial yang menentukan ketahanan jangka panjang dan daya dukung beban adalah mutu kuat tekan beton (compressive strength) yang mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI 03-0691-1996).

Kuat tekan merupakan besaran kemampuan beton paving dalam menahan gaya tekan vertikal per satuan luas hingga benda uji mengalami kehancuran. Sebagai pabrik produsen paving block langsung berstandar industri, seluruh produk kami dicetak menggunakan mesin hidrolik otomatis bertekanan tinggi dengan agregat pasir Merapi berkadar silika tinggi.

Klasifikasi Mutu Paving Block Menurut SNI

Kelas Mutu Kuat Tekan Rata-rata (MPa) Ekuivalen Karakteristik Rekomendasi Peruntukan Beban
Mutu A Min. 40,0 MPa K-400 s/d K-500 Pelabuhan kontainer, kawasan industri, SPBU, jalur bus dan tronton berat
Mutu B Min. 30,0 MPa K-300 s/d K-350 Jalan lingkungan perumahan, ruko komersial, area drop off dan parkir mobil
Mutu C Min. 20,0 MPa K-200 s/d K-250 Trotoar pejalan kaki, pedestrian mall, jalur sepeda
Mutu D Min. 10,0 MPa K-100 s/d K-150 Taman kota, halaman belakang rumah non-lalu lintas kendaraan

Metodologi Pengujian Laboratorium Uji Tekan Hidrolik

Prosedur pengujian laboratorium dilakukan dengan mengambil sampel acak dari tumpukan produksi curing minimal 28 hari:

  1. Pengukuran Dimensi: Dimensi panjang, lebar, dan tebal diukur dengan jangka sorong digital presisi 0.1 mm untuk memastikan luas bidang tekan.
  2. Capping Lapisan Belerang / Karet: Permukaan bidang kontak dilapisi pelat perata agar gaya tekan terdistribusi merata 100%.
  3. Pembebanan Tekan: Mesin kompresi hidrolik (*Compression Testing Machine*) memberikan beban vertikal bertahap dengan kecepatan konstan hingga benda uji hancur.
  4. Perhitungan Nilai Kuat Tekan: Rumus dasar dihitung dengan membagi beban maksimum runtuh (P) dengan luas penampang bidang tekan (A).

Panduan Memilih Ketebalan Paving Block (6 cm vs 8 cm)

Bagi Anda yang sedang merencanakan pengadaan material, pastikan ketebalan paving disesuaikan dengan volume muatan:

  • Tebal 6 cm: Direkomendasikan untuk carport rumah pribadi, trotoar, dan jalan pemukiman dengan intensitas lalu lintas kendaraan keluarga di bawah 3 ton. Lihat penawaran harga paving block Jogja K-300 tebal 6 cm mulai Rp 80.000/m².
  • Tebal 8 cm: Dikhususkan untuk jalan utama perumahan, akses ruko, dan area manuver truk engkel/truk sampah. Memiliki ketahanan geser lateral jauh lebih kokoh.

About

Author and contributor at Market ICME.

Stay ahead of the curve.

Join 15,000+ professionals receiving our weekly digest of updates and insights.